Meteor : Cara Men-Deploy Meteor ke Server

Beberapa orang suka mengerjakan sampai projeknya selesai, sementara itu beberapa orang lainya tidak bisa menunggu untuk menunjukkannya ke dunia luar secepat mungkin tentang apa yang sudah mereka capai.

Jika Anda adalah tipe orang yang pertama dan ingin mengerjakan projek di lokal, Anda bisa melewati bab ini. Lain lagi jika Anda ingin belajar bagaimana pemasangan aplikasi Meteor secara online, di sini kami akan membantu Anda.

Kita akan belajar bagaimana cara pemasangan aplikasi Meteor dengan berbagai macam cara. Anda bebas menggunakan cara ini untuk setiap proses development Anda. Baik untuk development Microscope atau aplikasi Meteor lainnya. Untuk itu, Mari mulai!

Men-deploy ke Meteor server

Men-deploy pada subdomain Meteor (yaitu http: // myapp.meteor.com) adalah pilihan termudah, dan yang pertama kita akan coba. Hal ini dapat berguna untuk menampilkan aplikasi Anda kepada orang lain secara cepat, atau sebagai staging server Anda.

Men-deploy pada Meteor cukup mudah. Hanya membuka terminal Anda, pergi ke direktori aplikasi Meteor Anda, lalu ketik:
meteor deploy myapp.meteor.com

Tentu saja, Anda harus mengganti "myapp" dengan nama pilihan Anda, yang belum dipakai oleh orang lain.

Jika ini pertama kalinya Anda men-deploy aplikasi, Anda akan diminta untuk membuat account Meteor. Dan jika semuanya berjalan dengan baik, setelah beberapa detik Anda akan dapat mengakses aplikasi di http://myapp.meteor.com.

Anda dapat melihat ke dokumentasi resmi untuk informasi lebih lanjut tentang hal-hal seperti mengakses database host Anda secara langsung, atau mengkonfigurasi domain kustom untuk aplikasi Anda.

Men-deploy ke Modulus

Modulus adalah pilihan yang bagus untuk men-deploy aplikasi Node.js. Ini adalah salah satu dari beberapa penyedia PaaS (Platform-as-a-service) yang resmi mendukung Meteor, dan sudah ada beberapa orang yang menjalankan aplikasi Meteor di sini.

Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang Modulus dengan membaca panduan deploy aplikasi Meteor.

Meteor Up

Meskipun solusi cloud bermunculan setiap hari, mereka sering memiliki masalah dan keterbatasan sendiri. Jadi saat ini, mendeploy di server Anda sendiri tetap merupakan cara terbaik untuk menempatkan aplikasi Meteor di production. Akan tetapi, men-deploy ke server sendiri tidak semudah membalikkan telapak tangan, terutama jika yang Anda cari adalah production yang mumpuni.

Meteor Up (atau disingkat mup) adalah upaya lain untuk menangani masalah tersebut, dengan command-line yang menangani pengaturan dan deployment untuk Anda. Jadi mari kita lihat bagaimana cara men-deploy Microscope dengan menggunakan Meteor Up.

Sebelumnya kita akan memerlukan sebuah server untuk menempatkan aplikasinya. Kami merekomendasikan baik Digital Ocean, dengan harga mulai dari $5 per bulan, atau AWS, yang menyediakan contoh Micro gratis (Anda dapat dengan cepat mengetes performa aplikasi, dan ini sudah lebih dari cukup jika Anda hanya ingin bermain-main dengan Meteor Up).

Apapun layanan yang Anda pilih, Anda akan bertemu tiga hal: alamat IP server Anda, login(biasanya root atau ubuntu), dan password. Simpan baik - baik data tersebut, kita akan membutuhkannya mereka segera!

Memulai Meteor Up

Untuk memulai , kita harus menginstal Meteor Up melalui npm sebagai berikut:
npm install -g mup

Lalu buat direktori terpisah(khusus) yang akan digunakan untuk pengaturan Meteor Up and deploy aplikasi tertentu. Kita memiliki dua alasan mengapa menggunakan direktori terpisah, pertama, untuk memisahkankan jika ada data penting(username dan password misalnya) dari repo Git Anda, terutama jika Anda menggunakan repo Git yang dapat diakses publik.

Kedua, dengan menggunakan beberapa direktori terpisah, kita akan dapat mengelola beberapa Meteor Up konfigurasi secara paralel. Hal ini akan berguna untuk diterapkan misalnya ke production dan staging.

Jadi mari kita membuat direktori baru ini dan menggunakannya untuk menginisialisasi sebuah proyek baru Meteor Up: mkdir ~/microscope-deploy cd ~/microscope-deploy mup init

Konfigurasi Meteor Up

Ketika menginisialisasi sebuah proyek baru, Meteor Up akan membuat dua file untuk Anda: mup.json dan settings.json.

mup.json berisi semua pengaturan yang berkaitan tentang deploy, sementara settings.json berisi semua pengaturan tentang aplikasi(token OAuth, analisis token, dll).

Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi file mup.json Anda. Berikut adalah default mup.json file yang dihasilkan oleh MUP init, dan yang perlu anda lakukan adalah mengisi kekosongannya:{ //server authentication info "servers": [{ "host": "hostname", "username": "root", "password": "password" //or pem file (ssh based authentication) //"pem": "~/.ssh/idrsa" }], //install MongoDB in the server "setupMongo": true,
//location of app (local directory) "app": "/path/to/the/app",
//configure environmental "env": { "ROOT
URL": "http://supersite.com" } }

Mari kita bahas satu - satu pengaturan diatas.

  • Server Authentication
    Anda akan melihat bahwa Meteor Up bisa dikasih password dan private key ( PEM ) untuk otentikasi, sehingga dapat digunakan dengan hampir semua penyedia cloud.

    Catatan penting: jika Anda memilih untuk menggunakan otentikasi berbasis password, pastikan Anda telah menginstal sshpass (lihat panduan ini).

  • Konfigurasi MongoDB
    Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi database MongoDB untuk aplikasi Anda. Sebaiknya gunakan Compose atau penyedia cloud MongoDB lainnya, karena mereka menawarkan layanan profesional dan alat-alat manajemen yang lebih baik.

    Jika Anda telah memutuskan untuk menggunakan Compose, mengatur setupMongo sebagai false dan menambahkan MONGO_URL variabel di mup.json env blok. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan MongoDB dengan Meteor Up, pastikan setupMongo sebagai true dan Meteor Up akan mengurus sisanya.

  • Lokasi Aplikasi Meteor
    Karena konfigurasi Meteor Up kita terletak di direktori yang berbeda, kita harus mengarahkan Meteor Up ke aplikasi kita menggunakan properti app. Masukan lokasi aplikasi direktori, yang dapat Anda lakukan dengan menggunakan perintah pwd dari terminal ketika berada di dalam direktori aplikasi Anda.

  • Environment Variables
    Anda dapat menentukan semua environment variabel aplikasi Anda (seperti ROOT_URL, MAIL_URL, MONGO_URL, dll ) dalam env blok.

  • Siapkan dan Deploy
    Sebelum kita dapat men-deploy, kita harus menyiapkan server sehingga siap untuk tempat aplikasi Meteor. Keajaiban Meteor Up adalah membuat proses yang kompleks ini dalam satu perintah!

    mup setup

    Ini akan memakan waktu beberapa menit tergantung pada kinerja server dan konektivitas jaringan. Setelah setup berhasil, akhirnya kita dapat men-deploy aplikasi kita dengan:

    mup deploy

    Ini akan membungkus aplikasi meteor, dan men-deploy ke server yang baru saja kita siapkan.

  • Memunculkan Logs
    Log cukup penting dan Meteor Up menyediakan cara yang sangat mudah untuk menanganinya dengan meniru perintah tail -f. Ketik saja:

    mup logs -f

    Ini adalah sekilas tentang apa yang busa dilakukan Meteor Up. Untuk informasi lebih lanjut, kami sarankan mengunjungi Meteor Up GitHub repository.

    Ketiga cara men-deploy aplikasi Meteor semestinya sudah lebih dari cukup. Tentu saja, kita tahu beberapa dari Anda akan lebih suka berada dalam kendali penuh dan menyiapkan server Meteor dari secara manual. Tapi itu topik untuk hari lain... atau mungkin buku lain!

Sumber blog/artikel ini adalah dari buku DiscoverMeteor yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atas izin dari sang penulis aslinya.

Next: Tentang Meteor Template

Cendekia P Putra

< Software Developer /> | @cendekiapp | me@cendekiapp.com

Jakarta, Indonesia http://cendekiapp.com